Saat itu, jaringan internet di lokasi tidak stabil dan beberapa kali hilang.
“Pendidikan sekarang sudah berbasis digital. Anak-anak kita butuh akses internet yang stabil. Sayang sekali jika di tengah kota saja masih ada sekolah yang kesulitan,” ujar Serena.
Berdasarkan data sementara yang dibahas dalam rapat, terdapat 21 SMP dan 46 SD di Kota Kupang yang masih mengalami kendala jaringan.
Pemkot Kupang meminta titik-titik tersebut dipetakan secara lebih rinci. Pemetaan diperlukan agar penanganan tidak dilakukan secara umum, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Persoalan konektivitas ini semakin penting karena transformasi pembelajaran di sekolah terus bergerak. Hampir seluruh sekolah di Kota Kupang telah dilengkapi `Interactive Panel Display` `IPD` yang membutuhkan koneksi internet agar dapat digunakan secara optimal.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji mengatakan pemerintah pusat juga akan menambah tiga unit IPD di setiap sekolah pada tahun ini.
“Kalau satu unit saja sudah sulit mengakses, apalagi tiga. Maka perhatian terhadap jaringan di sekolah-sekolah pinggiran sangat mendesak,” katanya.
Karena itu, pembangunan sarana digital tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat. Infrastruktur pendukung, terutama konektivitas internet, harus ikut dipastikan tersedia agar investasi teknologi benar-benar memberi dampak terhadap proses belajar mengajar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












