Prestasi yang Tertutup Skandal
Prestasi Polri bukan tidak ada. Program berbasis komunitas seperti Polisi RW mulai dirasakan manfaatnya. Kerja sama internasional dalam pemberantasan terorisme dan kejahatan lintas negara juga mendapat pengakuan. Beberapa layanan digital bahkan mempermudah masyarakat mengakses keadilan.
Namun, semua itu kerap tertutup skandal. Satu langkah maju terasa sia-sia ketika dua langkah mundur dilakukan akibat kasus kekerasan, pungli, atau penyalahgunaan kewenangan. Polri terjebak dalam paradoks: di atas kertas ada kemajuan, tetapi di mata publik, bayangan skandal lebih kuat daripada prestasi.
Persimpangan Reformasi
Kini, Polri berada di persimpangan. Reformasi tidak bisa lagi berhenti pada digitalisasi layanan atau pembenahan citra. Tantangan utama adalah memperkuat mekanisme pengawasan eksternal, memastikan transparansi dalam penegakan hukum, serta berani membongkar jaringan bisnis gelap di internal.
Lebih jauh, Polri harus membangun ulang relasi dengan masyarakat sipil. Kasus Affan Kurniawan menunjukkan betapa rentannya aparat kehilangan legitimasi ketika kekerasan dianggap jalan pintas. Tanpa perubahan mendasar, setiap tragedi baru hanya akan memperdalam jurang ketidakpercayaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












