Daerah  

Ketika Polisi Kehilangan Wajah Rakyat

Avatar photo
IMG 20251003 WA0028

Luka Lama: Korupsi dan Impunitas

Budaya impunitas masih menghantui. Kasus Ferdy Sambo pada 2022 menjadi bukti gamblang bagaimana kekuasaan bisa disalahgunakan di internal kepolisian. Walau vonis berat dijatuhkan, kasus itu menelanjangi rapuhnya sistem pengawasan Polri.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sayangnya, problem serupa masih muncul. Pada awal 2025, laporan investigatif mengungkap dugaan keterlibatan perwira tinggi dalam jaringan narkoba dan praktik pemerasan. Hal ini menunjukkan bahwa reformasi internal belum menyentuh titik krusial: pembongkaran budaya patronase dan bisnis gelap di tubuh Polri.

Baca Juga :  Mengabdi Untuk Masyarakat, Sosok ABN Sudah Teruji,Terutama Bagi Anak Mudah Malaka

Di dunia maya, publik mengekspresikan kekecewaan lewat tagar #SatuHariSatuOknum dan #NoViralNoJustice, seolah menyindir bahwa keadilan baru berjalan bila ada sorotan kamera.

Kasus Affan Kurniawan: Luka Baru bagi Publik

Di tengah belum sembuhnya luka lama, muncul kasus tragis yang menambah daftar panjang catatan kelam. Pada 28 Agustus 2025, seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat pengamanan demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Baca Juga :  Rekrutmen Pegawai Tidak Tetap RSUI 2024, Ini Posisi dan Kualifikasi

Peristiwa ini memicu gelombang kemarahan luas. Affan bukanlah demonstran, melainkan warga sipil yang kebetulan berada di lokasi. Bagi publik, kejadian ini bukan sekadar kecelakaan prosedural, tetapi simbol betapa jauhnya jarak antara polisi dan rakyat biasa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung