Daerah  

Gubernur NTT Dukung Penguatan Perhutanan Sosial Perempuan dalam Forum Ekonomi Restoratif “Terbitnya Harapan 

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260508 WA0016
Forum Ekonomi Restoratif "Terbitnya Harapan' diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (7/5/2026)

Menurut Gubernur, pembangunan ekonomi restoratif harus bertumpu pada keberlanjutan lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat desa, serta pemberian ruang yang lebih besar bagi perempuan sebagai pelaku utama pembangunan.

“Hutan tidak hanya dipandang sebagai sumber daya, tetapi sebagai ruang hidup yang harus dijaga, dipulihkan, dan diwariskan secara bertanggung jawab,” ujar Gubernur.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi desa perlu dibangun melalui kemitraan yang berpihak pada masyarakat, termasuk melalui koperasi, BUMDes, penguatan rantai nilai produk lokal, pendekatan One Village One Product (OVOP), dan pemasaran melalui NTT Mart agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat di akar rumput.

Baca Juga :  Pos Aplal Satgas Yonkav 6/Naga Karimata Bantu Masyarakat Bangun Rumah Pastor

Pada forum tersebut juga dilakukan pengukuhan enam Surat Keputusan Perhutanan Sosial Perempuan (SK PSP) di empat kabupaten di NTT, yaitu Manggarai Timur, Sikka, Manggarai, dan Manggarai Barat. Keenam kelompok penerima SK tersebut adalah KTH Nola Wonga dan KTH Poco Ndeki di Manggarai Timur, KTH Watu Letong dan KTH Petun Bekor di Kabupaten Sikka, KTH Mama Bambu Betong Asa di Kabupaten Manggarai, serta KTH Ca Nai di Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga :  Cuaca di Penghujung Tahun, Peringatan Dini BMKG untuk NTT

Gubernur Melki menilai pengukuhan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap perempuan sebagai subjek utama dalam pengelolaan hutan dan pembangunan ekonomi masyarakat desa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung