Dalam kesempatan itu, perwakilan kelompok perempuan penerima SK turut menyampaikan pengalaman dan harapan mereka. Natalia dari Desa Belang Turi, Kabupaten Manggarai, menyampaikan bahwa para perempuan kini merasa dihargai dan memiliki ruang untuk mengelola hasil hutan secara berkelanjutan demi kesejahteraan keluarga.
Sementara Agnes dari Desa Gong Bekor, Kabupaten Sikka, mengungkapkan rasa syukur karena kelompoknya kini memiliki legalitas dalam mengelola kawasan hutan sehingga dapat bekerja dengan tenang sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama peserta forum dan penyerahan simbolis anakan tanaman kepada kelompok tani hutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat desa.
(*/ran)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












