KUPANG, kabartimor.com– Bantuan Rp20 miliar untuk masing-masing delapan kabupaten di Flores bukan sekadar tambahan anggaran. Di tengah duka dan kebutuhan besar pasca gempa, dana tersebut merupakan amanah yang harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengingatkan pemerintah kabupaten penerima bantuan agar tidak membuka sedikit pun ruang bagi penyalahgunaan anggaran.
Pesannya tegas: dana bencana harus bergerak cepat, tetapi pengawasannya tidak boleh longgar.
“Tidak boleh ada celah sedikit pun untuk disalahgunakan atau dikorupsi. Pokoknya, pengawasan terhadap semua bantuan yang masuk harus dilakukan secara berlapis dan berjenjang,” tegas Melki di Kupang, Sabtu (5/9/2026).
Melki meminta pemerintah kabupaten tidak melihat bantuan tersebut semata-mata sebagai tambahan kekuatan fiskal daerah.
Menurutnya, setiap rupiah harus diterjemahkan menjadi program yang benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak.
Karena itu, delapan pemerintah kabupaten diminta segera menyusun langkah penggunaan anggaran berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Penggunaan anggaran juga harus tetap mengikuti petunjuk teknis kementerian serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Anggaran harus mengikuti kebutuhan masyarakat, bukan sebaliknya,”* kata Melki.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












