Daerah  

Abri Kore: Program Boleh Beda, Tujuan Tetap Sama – Dari Lalamentik Hingga Melki-Johni, Ini Estafet 67 Tahun Pembangunan NTT

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260917 WA0026

KUPANG, kabartimor.com—Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Yohanes Abrianto Kore, menegaskan perjalanan pembangunan NTT selama 67 tahun adalah sebuah estafet kepemimpinan. Program boleh berbeda, jargon boleh berganti, namun tujuan akhirnya tetap sama: kesejahteraan masyarakat Bumi Flobamorata.

Hal itu disampaikan dalam siaran pers Biro Adpim, Senin (14/9/2026) berjudul “Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dari Masa ke Masa: Program Berbeda, Tujuan yang Sama”.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kalau kita melihat perjalanan NTT dari masa ke masa, setiap pemimpin membawa gagasannya masing-masing. W. J. Lalamentik membuka jalan; meletakkan dasar; membidani lahirnya tanah NTT,” ujar Abri Kore.

Baca Juga :  Buka Akses Pendidikan Luar Daerah, Gonzalo Muga Sada Teken MoU Beasiswa di Jember

*Dari Lalamentik Hingga El Tari*

Estafet dimulai dari Gubernur pertama *W.J. Lalamentik (1958-1966) dengan motto “Semua kesulitan itu ada untuk dipecahkan” yang fokus menata 12 daerah tingkat II dan pembentukan kecamatan.

Dilanjutkan legenda El Tari (1966-1978) dengan motto abadi “Tanam, Tanam, Sekali Lagi Tanam; Kalau bukan sekarang kapan lagi”* yang mendorong swasembada pangan dan penghijauan melalui Gerakan Desa Gaya Baru.

Baca Juga :  DPW PSI NTT Minta Seluruh Kader Bergerak Bantu Korban Gempa Flores

Ben Mboi Hingga Tallo: Fondasi Terpadu

*Ben Mboi (1978-1988)* dokter sekaligus jenderal ini dikenal dengan *Panca Program*: Operasi Nusa Makmur (ONM), Operasi Nusa Hijau (ONH), dan Operasi Nusa Sehat (ONS) plus penguatan KUD.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung