KR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat turut dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Flores dan menyebabkan kerusakan bangunan serta korban jiwa.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WITA.
Episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. (BMKG)
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa tersebut. Namun, peringatan itu kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. (BMKG)
Delapan Warga Reok dan Reok Barat Dilaporkan Meninggal
Di Kabupaten Manggarai, dampak gempa dilaporkan terjadi di Kecamatan Reok dan Reok Barat.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, delapan warga dilaporkan meninggal dunia. Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, serta pendataan korban.
Lima Korban di Kecamatan Reok
Lima korban yang dilaporkan meninggal dunia di Kecamatan Reok yakni:
Resny, 21 tahun, perempuan, karyawan Pepen Cell, warga Gumbang, Desa Riung, Kecamatan Cibal.
Faisal, 42 tahun, laki-laki, warga Lingkungan Bari, Kelurahan Reo.
Habibi, 7 tahun, pelajar, warga Lingkungan Bari, Kelurahan Reo.
Ruslin Ahmad, 61 tahun, petani, warga Kampung Batok, Desa Salama.
Hamide, 70 tahun, warga Kampung Ojang, Desa Robek.
Sementara di Kecamatan Reok Barat, tiga korban yang dilaporkan meninggal dunia yakni Mustamin, 65 tahun, nelayan; Rinto Harahap, 45 tahun, nelayan; dan Bunga Sari, 40 tahun, ibu rumah tangga.
Ketiganya merupakan warga Dusun Langkas, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat.
Dua Warga Masih Dalam Pencarian
Selain korban yang telah terdata, petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan tertimbun material bangunan.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian petugas berada di rumah milik Johnny Gerard Plate di Reo. Bangunan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa.
Pencarian juga dilakukan di rumah milik Hubertus Titi.
Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto, S.A.P., M.H., membenarkan adanya korban jiwa serta proses evakuasi yang masih berlangsung.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










