Daerah  

Tragedi Siswa SD Ngada, Alfred Baun Sebut Negara Gagal

Avatar photo
IMG 20221021 WA0022
Alfred Baun pengamat sosial sekaligus Ketua Araksi NTT.

KR – Tragedi memilukan kembali menampar nurani publik Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Peristiwa ini disinyalir kuat dipicu oleh kemiskinan ekstrem yang dialami keluarga korban, terutama ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar pendidikan yang nilainya bahkan tidak mencapai Rp10.000.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kejadian tersebut menuai kecaman keras dari pengamat sosial sekaligus Ketua Araksi NTT, Alfred Baun.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, KADIN NTT Imbau Pengusaha Jaga Stabilitas Harga Barang

Ia menyebut tragedi ini sebagai pelajaran pahit sekaligus tamparan keras bagi negara dan seluruh pemangku kebijakan di NTT.

“Mari kita membuka mata atas tragedi di Kabupaten Ngada. Seorang siswa SD mengakhiri hidupnya hanya karena tidak memiliki uang untuk membeli alat tulis. Ini bukan sekadar tragedi keluarga, ini tragedi kemanusiaan,” tegas Alfred Baun pada Kamis, 5 januari 2026.

Baca Juga :  Tamatan SMA,D3 dan SI Bisa Lamar di Lowongan Kerja Terbaru di J &T Express

Menurut Alfred, kemiskinan ekstrem bukan sekadar data statistik atau laporan tahunan pemerintah, melainkan realitas pahit yang telah menjelma menjadi predator bagi anak-anak kecil yang polos, jujur, dan tulus.

“Di saat banyak orang dengan mudah membuang uang untuk hal sia-sia, ada anak-anak di NTT yang harus mempertaruhkan nyawanya hanya demi buku dan pena seharga sepuluh ribu rupiah,” ungkapnya dengan nada getir.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung