Ia bahkan menyatakan bahwa bila dirinya berada di posisi Bupati Ngada, rasa malu seharusnya berujung pada tanggung jawab moral yang nyata.
“Kalau saya jadi Bupati Ngada, saya pasti malu dan mundur. Tidak boleh bergaya sebagai pejabat sementara rakyat mati bunuh diri karena malu tidak punya uang Rp10.000,” pungkas Alfred.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa kemiskinan ekstrem di NTT masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji, seremonial, atau pidato politik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












