KR – SMAK Santo Yakobus Rasul Lewoleba di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah lembaga pendidikan menengah di bawah naungan Kementerian Agama, telah menjadi simbol pendidikan berbasis nilai-nilai Katolik di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Berdiri sejak 25 Juli 2013, sekolah ini memiliki misi menyiapkan generasi muda, baik perempuan maupun laki-laki, untuk memperoleh ilmu sekaligus mendalami panggilan hidup melalui nilai-nilai Kristiani.
Menurut Jacobus Kia, pendiri sekolah ini, panggilan menjadi seorang imam atau biarawan adalah bentuk dedikasi penuh untuk mengabdi kepada Gereja dan Kristus.
“Seorang imam harus siap meninggalkan segala kepentingan dunia demi mengikuti ajaran Gereja Kristus secara sejati,” tegas Jacobus pada Kamis,26 Desember 2024.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa yang menggabungkan akademik dan spiritualitas.
“SMAK ini adalah tempat persiapan di mana siswa belajar menjadi pribadi yang matang secara sosial, akademik, dan rohani. Jika ada panggilan menjadi imam atau biarawan, maka itu adalah panggilan yang murni,” tambahnya.
SMAK Santo Yakobus Rasul memiliki kurikulum unik yang mirip dengan seminari, tetapi terbuka untuk siswa dari semua latar belakang, termasuk perempuan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












