SMAK Santo Yakobus Rasul Lewoleba Menjadi Pilar Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Katolik di Lembata

Avatar photo
WhatsApp Image 2024 12 26 at 11.40.37
Jacobus Kia.

KRSMAK Santo Yakobus Rasul Lewoleba di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah lembaga pendidikan menengah di bawah naungan Kementerian Agama, telah menjadi simbol pendidikan berbasis nilai-nilai Katolik di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Berdiri sejak 25 Juli 2013, sekolah ini memiliki misi menyiapkan generasi muda, baik perempuan maupun laki-laki, untuk memperoleh ilmu sekaligus mendalami panggilan hidup melalui nilai-nilai Kristiani.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Jacobus Kia, pendiri sekolah ini, panggilan menjadi seorang imam atau biarawan adalah bentuk dedikasi penuh untuk mengabdi kepada Gereja dan Kristus.

Baca Juga :  Seuntai Doa di Balik Sayap Pesawat, Jejak Sunyi Perjalanan Guru Thomas Swalar Raih Magister

“Seorang imam harus siap meninggalkan segala kepentingan dunia demi mengikuti ajaran Gereja Kristus secara sejati,” tegas Jacobus pada Kamis,26 Desember 2024.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa yang menggabungkan akademik dan spiritualitas.

“SMAK ini adalah tempat persiapan di mana siswa belajar menjadi pribadi yang matang secara sosial, akademik, dan rohani. Jika ada panggilan menjadi imam atau biarawan, maka itu adalah panggilan yang murni,” tambahnya.

Baca Juga :  Universitas Muhammadiyah Kupang Jadi Rumah Multikultural di NTT

SMAK Santo Yakobus Rasul memiliki kurikulum unik yang mirip dengan seminari, tetapi terbuka untuk siswa dari semua latar belakang, termasuk perempuan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung