Seuntai Doa di Balik Sayap Pesawat, Jejak Sunyi Perjalanan Guru Thomas Swalar Raih Magister

Avatar photo
WhatsApp Image 2025 08 26 at 08.01.30 e1756267335673
Thomas Krispianus Swalar Guru SMAN Nagawutun.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

KR – Thomas Krispianus Swalar lahir di Puor, 16 Juli 1976. Masa kecilnya dihabiskan di desa sederhana dengan segala keterbatasan fasilitas.

Meski demikian, Thomas kecil memiliki semangat belajar yang tinggi. Pada tahun 1990, ia menamatkan pendidikan di sekolah dasar, lalu melanjutkan ke SMP hingga lulus tahun 1993.

Tidak berhenti di situ, Thomas melanjutkan ke jenjang SMA dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 1996.

Perjalanan pendidikannya berlanjut hingga ke perguruan tinggi. Tahun 2002, ia berhasil meraih gelar sarjana (S1).

Saat itu, banyak anak muda seusianya lebih memilih bekerja, namun Thomas tetap berkomitmen pada pendidikan. Keputusannya menjadi seorang guru bukanlah sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati.

Baca Juga :  Guru Thomas Swalar: Literasi Menyulam Harapan di Langit Lembata

Sejak awal kariernya, Thomas mengabdikan diri di SMA Negeri Nagawutun,Kabupaten Lembata.

Selama 22 tahun, ia bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga membimbing, mendidik, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi murid-muridnya.

Dia menceritakan perjalanan studi Magister bukan hanya menguras tenaga dan pikiran, tetapi juga menguji kesabaran Thomas Krispianus Swalar.

Demi menuntut ilmu, ia harus rela sering pulang-pergi dengan pesawat dari Lembata ke kota tempat kuliahnya di Malang.

Setiap perjalanan udara itu bukanlah hal ringan. Selain biaya yang tidak kecil, ia juga harus meninggalkan keluarga untuk sementara.

Baca Juga :  SMAN 1 ELAR Catat Rekor, 13 Siswanya Dominasi OSN 2025 Tingkat Kabupaten

Namun bagi Thomas, semua pengorbanan itu adalah taruhan besar yang kelak akan menjadi pengalaman berharga.

“Setiap kali pesawat lepas landas, saya selalu mengingat tujuan saya yakni  menuntut ilmu demi masa depan anak-anak yang saya didik,” ungkapnya dengan penuh haru.

Pengalaman inilah yang membentuk keteguhan hatinya. Dari langit, ia belajar arti kesabaran. Dari setiap kursi pesawat yang ia duduki, Thomas menyimpan doa dan tekad agar perjuangannya tidak sia-sia.

Menariknya yang ada di hati Thomas Swalar kerap mengajak siswa menulis, membaca, dan berdiskusi untuk memperluas wawasan. Semangat ini lahir dari kecintaannya terhadap dunia tulis-menulis dan berbagi pengetahuan.