Aksi PMKRI Kefamenanu Usut Kasus Embung Nifuboke dan Jembatan Naen di TTU

Avatar photo
IMG 20241011 WA0049
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

KR – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu Sanctus Yohanes Don Bosco menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 11 Oktober 2024.

Aksi ini digelar untuk menuntut kejelasan terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam pembangunan Embung Nifuboke dan Jembatan Naen.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Kefamenanu, Markolindo Balibo, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk mendesak Kejaksaan Negeri TTU agar segera memberikan penjelasan mengenai kasus-kasus tersebut, yang menurutnya belum mendapatkan perhatian serius.

Baca Juga :  Tips Merawat HP Android Agar Tetap Kencang dan Awet: Panduan Lengkap

“Kami turun ke jalan untuk mempertanyakan penyelesaian kasus Embung Nifuboke dan Jembatan Naen, yang selama ini terkesan dibungkam,” ungkap Marko dalam orasinya.

Menurut Marko, anggaran pembangunan Embung Nifuboke sebesar Rp19 miliar dan Jembatan Naen sebesar Rp880 juta yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB), tidak sesuai dengan hasil pembangunan di lapangan.

Baca Juga :  Terbaru PMKRI Kefamenanu Buka Penerimaan Anggota Baru

Ia mengungkapkan bahwa Jembatan Naen yang seharusnya memiliki lebar 9 meter, ternyata hanya dibangun dengan lebar 7 meter.

Begitu pula Embung Nifuboke yang seharusnya melalui proses pemadatan tanah dan pembuatan bronjong sebagai penahan air, tidak dibangun dengan standar yang memadai, sehingga fungsinya menjadi tidak optimal.