Dengan demikian, kita juga mengetuk pintu rahmat: tempat lahirnya pertobatan, pengampunan, dan kebangkitan iman.
Paskah disebut sebagai mahkota optimisme harian, di mana harapan kecil dalam kehidupan sehari-hari – seperti kasih ibu yang menenangkan anaknya – mencerminkan gema kasih Tuhan yang selalu memperbarui dan memulihkan.
Tantangan Sosial: Hilangnya Semangat Hidup
Dalam konteks sosial, Paus Fransiskus menyoroti fenomena menurunnya angka kelahiran di tengah negara maju yang justru mengalami pertumbuhan ekonomi pesat.
Ini mencerminkan redupnya semangat hidup, di mana manusia lebih berorientasi pada keuntungan ketimbang hubungan.
Paskah menjadi panggilan untuk membangkitkan kembali semangat hidup, semangat berbagi, dan semangat mencintai.
Melihat Salib, Menemukan Harapan
Pater Sindhunata juga mengajak umat untuk merenungkan luka Yesus di salib. Dalam luka itulah terbuka pintu hati-Nya, tempat di mana cinta, pengampunan, dan belas kasih mengalir tanpa batas.
Melalui meditasi atas luka-luka ini, umat diingatkan bahwa dari penderitaan pun bisa lahir kekuatan, dan dari luka bisa muncul harapan baru.
Mengakhiri renungannya, Pater Sindhunata menyampaikan sebuah doa yang menggugah, diilhami dari kata-kata Santo Bernardus dan insiklik Paus Fransiskus Dilectus Nos. Doa itu menjadi seruan rohani untuk semakin mendalami kasih Tuhan di Tahun Yubelium ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












