Ia merinci bahwa dari 12 ruang kelas yang dibangun melalui APBN, pemerintah daerah menambahkan 5 ruang kelas sehingga total menjadi 17 ruang kelas.
Wali Kota menegaskan bahwa kolaborasi antara APBN dan APBD menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan pendidikan di daerah.
“APBD kita terbatas, sehingga sinergi dengan pemerintah pusat sangat penting agar hasil pembangunan bisa maksimal,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang tambahan bantuan pada tahap berikutnya.
“Dari 34 proposal yang kami ajukan, saat ini baru 4 yang terjawab. Namun ini baru tahap awal. Kami optimis pada tahap berikutnya akan ada tambahan bantuan,” pungkasnya.
Acara tersebut turut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, , sebagai simbol peresmian revitalisasi sekolah.
Kunjungan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pendidikan, sekaligus memastikan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
(*/ran)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












