“Absensi online yang digunakan Pemerintah Kabupaten Kupang adalah hasil karya mahasiswa kami. Ini salah satu bukti konkret implementasi kerja sama antara kampus dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Selain Pemerintah Kabupaten Kupang, STIKOM Uyelindo juga bermitra dengan berbagai instansi di tingkat provinsi, membuka peluang bagi mahasiswa untuk PKL, magang, dan menghasilkan produk digital sesuai kebutuhan mitra.
Dr. Remerta menuturkan bahwa setiap mahasiswa yang mengikuti PKL wajib menghasilkan sebuah produk digital, mulai dari aplikasi, sistem informasi, hingga dashboard data.
“Tahun ini saja ada 30 lokasi magang, dan setiap kelompok wajib menghasilkan satu produk. Artinya, kami menghasilkan lebih dari 30 produk digital yang tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, hingga daerah lainnya,” jelasnya.
Produk-produk ini kemudian diserahkan kepada mitra melalui berita acara penyerahan, sebagai bentuk legalitas dan bukti capaian akademik mahasiswa.
Seluruh karya tersebut menjadi bagian penting dalam pemenuhan standar akreditasi kampus, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan kerja sama.
“Kami adalah lembaga pendidikan berbasis IT. Karena itu, kami selalui siap membantu kebutuhan digitalisasi, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Siapa saja yang membutuhkan solusi digital, STIKOM Uyelindo selalu siap,” tegas Dr. Remerta.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
