Jacobus menjelaskan bahwa tujuan utama sekolah ini adalah mempersiapkan siswa untuk memahami dan menjalankan nilai-nilai Katolik, baik sebagai imam, biarawan, maupun awam yang aktif di masyarakat.
“Meski tidak semua menjadi imam, para lulusan SMAK ini memahami Kitab Suci, liturgi, dan nilai moral Katolik. Mereka siap menjadi awam yang militan, mampu mengabdikan diri untuk kemajuan masyarakat dan Gereja,” jelas Jacobus.
Sejak berdirinya, SMAK Santo Yakobus Rasul telah menghasilkan alumni-alumni yang sukses, baik dalam karier duniawi maupun kehidupan rohani.
Banyak di antara mereka melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau memilih panggilan hidup menjadi imam dan biarawan.
“Keberhasilan ini karena mereka sudah terlatih disiplin dan spiritualitas selama di SMAK,” kata Jacobus, mengenang pengalamannya sendiri saat bersekolah di seminari tahun 1959. “Kedisiplinan dan pembinaan spiritual yang kuat adalah kunci utama.”
Dengan tantangan zaman yang semakin kompleks, Jacobus berharap SMAK Santo Yakobus Rasul dapat terus mencetak generasi muda yang berkualitas.
“Pendidikan di sini dirancang agar siswa tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh,” ujarnya.
Melalui pendekatan ini, SMAK Santo Yakobus Rasul Lewoleba berkomitmen menjadi lembaga pendidikan yang mendukung perkembangan siswa menjadi individu yang berkarakter, sukses di dunia, dan teguh dalam iman Katolik. (HN)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












