Karena itu, umat diajak menjadikan sabda Tuhan sebagai pedoman nyata dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan sosial.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya generasi muda untuk dekat dengan Kitab Suci agar tidak tergerus oleh arus digital yang sering melalaikan nilai iman.
“Semakin akrab kita dengan Kitab Suci, semakin kita merasakan betapa besar kasih Tuhan bagi hidup kita,” tambahnya.
Lebih lanjut RD. Philipus Sinyo da Gomes, mengingatkan umat Katolik agar memaknai perayaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) secara mendalam.
Ia menegaskan bahwa BKSN bukan hanya kegiatan seremonial atau ajang hafalan ayat, tetapi sebuah kesempatan untuk memperbarui relasi dengan Allah dan sesama melalui Sabda Tuhan.
“Kitab Suci bukan untuk dihafal semata, melainkan untuk dihayati dan dijadikan pedoman hidup sehari-hari,” ungkap RD. Philipus dalam renungan BKSN.
Menurutnya, hidup beriman akan semakin kuat ketika umat benar-benar membuka diri pada Sabda.
Dengan begitu, Kitab Suci tidak berhenti pada teks, tetapi menghadirkan transformasi dalam keluarga, lingkungan, dan pelayanan sosial.
RD. Philipus juga menekankan agar setiap komunitas basis, kelompok kategorial, hingga keluarga Katolik dapat menjadikan Kitab Suci sebagai sumber inspirasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












