Menjawab Panggilan Hidup di SMAK Santo Yakobus Lewoleba: Imam atau Jalan Lain?

Avatar photo
WhatsApp Image 2024 12 22 at 12.36.59
Foto bersama Siswa Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Yakobus Rasul Lewoleba.

Saat pertama kali dibuka pada tahun 2013, SMAK Santo Yakobus hanya memiliki 12 siswa. Namun, dalam waktu enam tahun, jumlah siswa meningkat signifikan hingga mencapai 250 siswa pada tahun 2019.

Di tahun yang sama, sekolah ini resmi berada di bawah naungan Kementerian Agama sebagai Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

SMAK Santo Yakobus menonjol karena pendekatannya yang holistik. Selain mengajarkan ilmu pengetahuan umum, sekolah ini menanamkan nilai-nilai liturgi dan moral Katolik yang mendalam. Hal ini ditunjang oleh pelajaran Bahasa Latin dan pelatihan untuk menjadi pemimpin gereja.

Baca Juga :  SMAK St. Yakobus Rasul Lewoleba Terima Karya Sastra Siswa SMAN 1 Nagawutung

Jacobus menambahkan, lulusan sekolah ini banyak yang melanjutkan ke perguruan tinggi umum, seminari tinggi, hingga bergabung dengan komunitas religius di dalam dan luar negeri, seperti Spanyol dan Filipina.

“Beberapa alumni kami menjadi frater, bruder, bahkan ada yang bergabung dengan biara,” kata Jacobus.

Kini SMAK Santo Yakobus terbuka untuk siswa dari berbagai daerah, baik yang memiliki panggilan hidup religius maupun tidak.

Baca Juga :  Si Jenius Nono Datangi Johni Asadoma

Sekolah ini mempersiapkan mereka untuk masa depan, baik di dunia profesional maupun dalam pelayanan gereja.“Orientasi kami adalah membentuk karakter siswa yang kuat sebagai seorang Katolik. Kami berharap lebih banyak generasi muda yang bergabung dan berkembang bersama SMAK Santo Yakobus,” tutup Jacobus Kia. (HN)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung