Minimnya layanan perpustakaan yang modern juga menambah masalah ini.
Fakta menunjukkan bahwa lebih banyak guru dan siswa membuka ponsel daripada membuka buku.
Walaupun upaya memperbaiki perpustakaan dan menyediakan bahan bacaan terus dilakukan, tantangan terbesar tetap ada: menyadarkan guru dan siswa tentang pentingnya membaca.
Dampak Rendahnya Minat Baca
Jika masalah membaca di sekolah tidak diatasi, ini akan berdampak pada mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.
Lulusan sarjana yang rendah minat bacanya akan melahirkan generasi baru dengan kebiasaan serupa.
Jika hal ini terus berlangsung, bagaimana masa depan kecerdasan masyarakat Indonesia?
Kita berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dapat membawa perubahan besar.
Kepada para pegiat literasi, beban mencerdaskan anak bangsa ada di pundak Anda.
Bergabunglah dalam Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk meningkatkan minat baca peserta didik, terutama di jenjang SD.
Salam Literasi!!
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












