Jawaban Resmi Kadis Pendidikan Kupang Terkait Isu Kontainer Sampah dan Dana BOSP

Avatar photo
20250707 155624 mfnr

Kontainer tercatat sebagai aset atau inventaris sekolah, dan bukan untuk digunakan warga RT atau kelurahan.

Penempatan dilakukan di RT tempat sekolah berdomisili, agar Satgas Kebersihan kelurahan lebih mudah melakukan pengangkutan sampah sekolah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sampah dari dalam sekolah akan dibuang ke kontainer, bukan dikumpulkan langsung oleh Satgas dari dalam sekolah.

“Tidak ada hibah atau penyerahan aset kepada kelurahan atau RT. Penyerahan simbolis hanya dilakukan agar pihak lurah mengetahui lokasi penempatan kontainer untuk memudahkan koordinasi pengangkutan,” jelasnya.

Baca Juga :  Gedung Serbaguna Poltekkes Kupang Jadi Magnet Baru Dunia Pendidikan dan Event di NTT

Dinas Pendidikan juga memastikan bahwa kegiatan penyerahan yang disaksikan camat dan lurah bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara sekolah dan pemerintah kelurahan terkait pengelolaan sampah, bukan perpindahan kepemilikan aset.

“Kami tegaskan lagi, kontainer sampah adalah milik sekolah, dibeli dengan dana BOSP, dan tercatat sebagai inventaris sekolah. Ini adalah upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar,” tegasnya.

Baca Juga :  Dinas Perpustakaan TTU Gelar Lomba Tutur, SDK Leob Sabet Juara Pertama

Sebagai penutup, Kepala Dinas mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat dan berharap klarifikasi ini dapat meluruskan segala bentuk kesalahpahaman yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung