Mengusung formasi 4-3-3, Ibnu Chaldun membawa filosofi permainan modern yang menekankan kreativitas dan disiplin taktik.
Meskipun sempat diragukan dalam beberapa laga uji coba, ia tetap yakin bahwa proses adalah bagian dari evolusi tim.
Kepercayaan dirinya terbukti saat Perseftim masuk Grup H, grup neraka yang dihuni oleh tim-tim kuat seperti Perserond, BMP, dan Sumba Timur.
Namun, di bawah arahan Ibnu, Bojes Cs mampu menerjemahkan instruksi di lapangan dengan baik:
Menang 2-0 atas Waingapu Seri 2-2 melawan BMP Menang 1-0 atas Perserond
Hasil ini membawa Perseftim menjadi juara grup dan lolos ke babak 16 besar. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Citra Bakti Ngada di Stadion Oepoi.
Bagi Ibnu Chaldun, sepak bola bukan hanya soal trofi, tetapi juga seni yang mampu memberikan kebahagiaan bagi masyarakat.
Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi juga dari bagaimana mereka bermain dan memberikan kebanggaan bagi pendukungnya.
Sepak bola bukan hanya trofi, tetapi lebih daripada itu, sepak bola adalah seni. Biarkan masyarakat selalu tersenyum walaupun peluit panjang sudah berakhir
Kini, semua mata tertuju pada Laskar Lewotana. Mampukah mereka melanjutkan langkah gemilang di babak 16 besar? Mari kita dukung dan saksikan perjuangan mereka!
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












