Hukum  

Polda NTT Akhirnya Ungkap Peran Inisial “F” dalam Kasus Mantan Kapolres Ngada

Avatar photo
Reporter : Hendrik / Tim
IMG 20250325 WA0206

KR – Kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur yang menyeret mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, semakin terang benderang.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT akhirnya mengungkap bahwa inisial “F” yang menjadi sorotan publik merupakan seorang mahasiswi berinisial FWLS alias Fani (20) yang diduga berperan sebagai perekrut korban.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kasus ini sebelumnya mendapat perhatian khusus dari salah satu anggota DPRD NTT, Ana Waha Kolin, yang dalam rapat Komisi IV DPRD NTT pada Rabu (12/3/2025).

Baca Juga :  Isu Strategis BEMNUS NTT untuk Temu Nasional 2026

Ia sempat mendesak pihak berwenang untuk segera mengungkap siap identitas “F” yang diduga terlibat dalam jual beli anak di NTT.

Menindaklanjuti desakan tersebut, Ditreskrimum Polda NTT secara resmi mengumumkan bahwa insial “F” adalah Fani berperan dalam merekrut seorang anak perempuan berusia 6 tahun, berinisial I, untuk menjadi korban pencabulan oleh AKBP Fajar.

Baca Juga :  Mercy Piwung Minta Dokter Harus Mengabdi dengan Hati, Bukan Kalkulasi Uang

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, Fani resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus berat, yaitu Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Fani ditangkap pada Senin (24/3/2025) dan langsung ditahan di Rumah Tahanan Polda NTT, tepatnya di lantai III Gedung Tahti Polda NTT.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung