KR – Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo G. Muga Sada, S.Sos, melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperjuangkan kebutuhan strategis daerah, khususnya di bidang infrastruktur dan ketahanan pangan.
Dalam kunjungan pada Jumat, 25 April 2025, yang berlangsung santai namun produktif ini, Gonzalo disambut oleh pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD NTT.
Sekretaris Komisi IV, Ana Waha Kolin, membuka pertemuan dengan pertanyaan terbuka, “Apa yang bisa kami bantu untuk Kabupaten Nagekeo?”
Gonzalo menjelaskan bahwa perbaikan sistem irigasi dan peningkatan akses jalan desa adalah kunci utama dalam mendukung program nasional swasembada pangan.
“Infrastruktur itu kunci. Kalau irigasi dan jalan baik, maka mobilitas manusia dan barang akan lancar, dan ketahanan pangan bisa tercapai,” tegas Gonzalo.
Pasangan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, S.H, bersama Gonzalo, sangat berkomitmen untuk mendukung arahan Presiden RI terkait pengurangan impor beras, gula, dan garam.
Nagekeo, dengan potensi lahan basah dan lahan kering yang luas, saat ini tengah fokus pada cetak lahan baru untuk meningkatkan produktivitas beras lokal.
Dalam sektor garam, Gonzalo menilai Kabupaten Nagekeo memiliki peluang besar untuk berkontribusi secara nasional.
“Gula mungkin belum, tapi untuk beras dan garam, Nagekeo siap ambil peran,” kata Gonzalo optimistis.
Walaupun tengah menghadapi efisiensi anggaran, Gonzalo menegaskan bahwa pembangunan harus tetap berjalan. Ia mendorong kepala daerah untuk terus berimprovisasi dan melakukan langkah-langkah strategis guna memastikan program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur tetap berlanjut.
Aksesibilitas wilayah menjadi tantangan serius. Keterbatasan jalan desa, jembatan, serta sarana pendukung lainnya masih menghambat distribusi hasil pangan ke berbagai pelosok.
“Kalau infrastruktur kita bagus, beras dan garam bisa didistribusikan ke sekolah-sekolah, kecamatan, hingga desa-desa terpencil,” ujar Gonzalo.
Dalam pertemuan itu, Gonzalo juga membahas progres pembangunan Waduk Lambo, salah satu mega proyek nasional di Nagekeo.
Waduk ini diharapkan segera beroperasi untuk mendukung sistem pengairan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Dengan langkah-langkah tersebut, Kabupaten Nagekeo diproyeksikan menjadi lumbung pangan baru di NTT dan memperkuat kemandirian pangan nasional di tengah tantangan global.**












