Lebih lanjut, Gonzalo menegaskan pentingnya kolaborasi antar pemerintah daerah, legislatif, dan kelompok tani dalam memastikan bahwa alat yang diberikan benar-benar digunakan secara optimal.
“Tidak boleh ada alat yang mubazir. Alsintan ini harus dipakai, dirawat, dan dimanfaatkan untuk mendukung pertanian yang maju, mandiri dan modern,” tambahnya.
Bantuan yang diserahkan meliputi berbagai jenis alat dan mesin pertanian modern, di antaranya traktor roda dua, pompa air, cultivator, dan rice thresher (alat perontok padi).
eralatan ini disalurkan kepada kelompok tani dari berbagai kecamatan seperti Kecamatan Nangaroro, Aesesa, Boawae, dan Mauponggo.
Plt. Kadis Pertanian Primus Nuwa menjelaskan bahwa penyaluran ini telah melalui proses verifikasi ketat agar bantuan tepat sasaran.
“Kami memastikan kelompok tani penerima adalah mereka yang aktif, memiliki lahan pertanian produktif, dan telah mengajukan proposal dengan rencana penggunaan yang jelas. Dengan begitu, bantuan ini bisa langsung dimanfaatkan tanpa hambatan,” kata Primus.
Para ketua kelompok tani yang hadir mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap nasib petani di Nagekeo.
Salah satunya, Yohanes Ngaja dari Kecamatan Boawae, mengatakan bahwa selama ini kelompoknya masih menggunakan alat pertanian manual.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












