Daerah  

Sejuk Angka, Senyum Petani: NTT Menyambut Deflasi dan NTP Tertinggi

Avatar photo
WhatsApp Image 2025 09 01 at 13.00.23 3 e1756825792439
BPS NTT mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) bulan ini naik menjadi 101,93, tertinggi sepanjang tahun, seiring deflasi 0,55 persen yang menekan harga kebutuhan.

KR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis bahwa pada Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,55 persen (m-to-m).

Deflasi ini dipicu oleh penurunan harga pada empat dari sebelas kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 1,16 persen dengan andil -0,43 persen serta kelompok transportasi yang turun 0,87 persen dengan andil -0,12 persen.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Meski demikian, terdapat kelompok yang mengalami inflasi dan menahan laju deflasi, yakni kesehatan (0,93 persen; andil 0,01 persen) serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga (0,17 persen; andil 0,01 persen).

Secara tahun kalender (year to date), inflasi NTT tercatat 1,45 persen, sedangkan secara tahunan (year-on-year) sebesar 2,71 persen, lebih rendah dibanding Juli 2025 yang mencapai 3,01 persen. Angka ini masih berada dalam target pemerintah 2,5 persen (±1 persen).

Jika dilihat berdasarkan wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK):

  • Deflasi terjadi di Waingapu (-1,28 persen), Timor Tengah Selatan (-0,98 persen), dan Kota Kupang (-0,59 persen).

  • Inflasi terjadi di Maumere (0,48 persen) dan Ngada (0,46 persen).

Secara tahunan, inflasi tertinggi tercatat di Maumere (4,82 persen), disusul Ngada (4,11 persen), TTS (4,05 persen), Kota Kupang (1,79 persen), dan Waingapu (1,51 persen).

Komoditas pendorong deflasi antara lain cabai rawit, angkutan udara, tomat, kangkung, dan sawi hijau. Harga hortikultura turun akibat musim panen, sementara tarif angkutan udara kembali normal pasca-liburan sekolah.

Selain inflasi dan deflasi, BPS juga mencatat (NTP) Agustus 2025 mencapai 101,93, naik 2,88 persen dibanding Juli. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang 2025.

Peningkatan terbesar datang dari subsektor tanaman panNilai Tukar Petani gan yang melonjak 5,31 persen menjadi 102,42. Subsektor perikanan tangkap juga naik 1,22 persen menjadi 92,84.

Untuk Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), kenaikan 2,89 persen secara bulanan didorong subsektor tanaman pangan dan perikanan tangkap. Sementara Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik 0,18 persen (m-to-m) dan 1,83 persen (y-o-y).

Komoditas yang memberi andil kenaikan IKRT antara lain beras, bawang merah, emas perhiasan, sapi bakalan, dan sigaret putih mesin (SPM).

Kinerja perdagangan luar negeri NTT juga menunjukkan hasil positif. Sepanjang Januari–Juli 2025, nilai ekspor mencapai US$ 42,10 juta, naik 0,11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sektor industri pengolahan mendominasi dengan kontribusi 79,35 persen.

Sementara itu, nilai impor hanya US$ 5,98 juta, turun 77,70 persen dibanding Januari–Juli 2024. Dengan demikian, NTT membukukan surplus perdagangan sebesar US$ 36,12 juta.

Negara tujuan utama ekspor adalah Timor Leste (US$ 33,89 juta), disusul India, Jepang, dan negara lain. Komoditas ekspor terbesar masih didominasi perabot rumah tangga dan produk industri pengolahan.

Pariwisata NTT juga mengalami tren positif. Pada Juli 2025, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 25.155 kunjungan, naik 21,43 persen dibanding Juni, dan melonjak 109,71 persen dibanding Juli 2024.

Sebagian besar wisman masuk lewat pintu darat (83,61 persen), terutama melalui PLBN Motaain, Motamasin, Wini, dan Napan.

Dari sisi akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 50,95 persen, meningkat 21,35 persen dibanding Juni 2025.

TPK tertinggi ada di Manggarai Barat (73,53 persen), disusul Sumba Timur (55,40 persen) dan Sumba Barat (46,24 persen).

Aktivitas transportasi juga meningkat. Jumlah penerbangan dari dan ke NTT pada Juli 2025 naik 16,83 persen dibanding bulan sebelumnya.

Bandara Komodo, Labuan Bajo, mencatat kenaikan tertinggi, sementara penurunan terbanyak terjadi di Bandara Atambua.

Jumlah penumpang udara naik 22,45 persen dibanding Juni 2025. Untuk transportasi laut, jumlah pelayaran meningkat 14,46 persen, sementara penumpang naik 34,45 persen dibanding bulan sebelumnya. Pelabuhan dengan penumpang terbanyak adalah Tenau, Kupang dengan 57.073 orang.

Reporter: HN

Baca Juga :  Polda NTT Umumkan Kelulusan SIP Angkatan 54, Cek Kuota dan Hasilnya

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung