Pemandangan tersebut membuat keluarga dan masyarakat yang melihatnya tak kuasa menahan tangis.
Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya seolah ikut terbawa hingga akhir kehidupan.
Kini, rumah yang sebelumnya dipenuhi suara dan tawa berubah menjadi tempat duka. Nama-nama yang biasanya dipanggil setiap pagi, tak lagi mendapat jawaban.
Pagi tetap datang. Matahari tetap terbit.
Namun bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta, pagi itu terasa begitu berbeda.
Tidak ada lagi suara ibu. Tidak ada lagi suara anak. Tidak ada lagi pelukan yang biasanya menguatkan keluarga.
Yang tersisa hanyalah kenangan, air mata, dan doa.
Flores kembali diuji oleh bencana. Rakyat yang berkali-kali menghadapi derita kembali harus berdiri di tengah puing-puing kehidupan mereka.
Di balik rumah yang runtuh, ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Di balik reruntuhan, ada cerita tentang orang-orang yang sedang berjuang mencari keselamatan. Dan di balik setiap korban, ada keluarga yang kini harus belajar menerima kehilangan.
NTT kembali berduka. Flores kembali menangis.
Semoga para korban mendapat tempat terbaik, keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, dan seluruh masyarakat yang terdampak diberi keselamatan serta ketabahan untuk melewati hari-hari berat setelah bencana ini. (**)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










