“Saya juga dulu mahasiswa. Kalau ada hal-hal yang perlu diinformasikan ke pemerintah, silakan sampaikan. Kita saling bantu untuk membangun Kota Kupang,” tutup Jeffry.
Sementara itu, Koordinator Umum Aksi sekaligus Ketua LMND Kota Kupang, Meki Maubanu, dalam pernyataan sikapnya menegaskan penolakan terhadap praktik eksploitasi buruh dan komersialisasi pendidikan yang dinilai semakin membebani masyarakat kecil.
Dengan mengusung tema “Bangun Persatuan Nasional, Lawan Kaum Serakahnomic” dan “Hentikan Komersialisasi Pendidikan dan Eksploitasi Buruh di Kota Kupang”, LMND menilai kondisi buruh di Kota Kupang masih diwarnai persoalan upah rendah, minim perlindungan kerja, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja secara sepihak.
LMND juga menyoroti tingginya biaya pendidikan yang dinilai semakin membatasi akses masyarakat kecil terhadap pendidikan tinggi.
Dalam tuntutannya, LMND meminta pemerintah menghentikan praktik eksploitasi terhadap buruh, menaikkan upah sesuai kebutuhan hidup layak, menghadirkan jaminan sosial dan perlindungan kerja, serta mewujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, demokratis, dan berpihak kepada rakyat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












