Perencana Ahli Madya Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Maurinus W. Gili Tibo, mengapresiasi terobosan ini sebagai langkah solutif dalam mengatasi persoalan pupuk dan sampah organik.
“Program ini menjadi solusi nyata bagi dua tantangan petani: produksi pertanian dan pengelolaan sampah. Sampah organik kini bisa bernilai dan meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kangae, Heribertus Patrisius, S.P., menilai keterlibatan Pertamina Patra Niaga sebagai angin segar bagi petani di Sikka.
“Dukungan perusahaan terhadap penyuluhan pertanian jarang terjadi di sini. Karena itu, inisiatif FT Maumere patut diapresiasi tinggi,” ujarnya.
Program SAPA TANA merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
Poin 2: Tanpa Kelaparan
Poin 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Poin 15: Ekosistem Daratan
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini.
“Program SAPA TANA adalah cerminan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan solusi nyata dari kebutuhan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat,” tutur Ahad.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












