Maria menjelaskan, kebutuhan minyak tanah masyarakat di sekitar pangkalan cukup tinggi karena digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, termasuk memasak, air minum, dan kebutuhan mandi. Saat ini, Pangkalan Kachuga menerima kuota sekitar 600 liter atau tiga drum per minggu, sehingga dalam satu bulan mencapai sekitar 2.400 liter. Dengan kuota tersebut, pihaknya berupaya membagi pasokan secara merata kepada warga yang menjadi wilayah pelayanan pangkalan.
Ia menambahkan, pihak pangkalan juga berupaya mengatur pembelian agar masyarakat mendapatkan minyak tanah secara adil sesuai kebutuhan. Warga yang telah memperoleh minyak tanah sebelumnya akan diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada warga lainnya, sehingga pasokan yang terbatas dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat di sekitar pangkalan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang juga mengingatkan pemilik Pangkalan Kachuga agar memastikan distribusi minyak tanah berlangsung merata dengan memprioritaskan masyarakat yang berada di wilayah sekitar atau ring satu pangkalan. Menurutnya, masyarakat di luar wilayah pelayanan pada dasarnya memiliki pangkalan masing-masing sehingga tidak perlu membeli di banyak pangkalan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












