Menurut Gubernur Melki, tambahan 15.376 unit ini sangat penting, terutama untuk warga di Pulau Flores yang rumahnya rusak akibat gempa bumi beberapa waktu terakhir.
Pemprov NTT, kata Melki, akan terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota dan Kementerian PKP agar program tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan peningkatan kualitas rumah menjadi layak huni.
*244 Huntap Lewotobi Rp80 Miliar Jadi Prioritas*
Selain BSPS, rapat juga membahas percepatan Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur.
Hingga kini, ratusan penyintas masih bertahan di Hunian Sementara (Huntara).
Menteri PKP memastikan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk membangun 244 unit Huntap.
“Kasihan, sampai saat ini masyarakat di Flores Timur yang terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki masih di Huntara. Secepatnya harus dibangun, anggarannya sudah ada,” ujar Maruarar.
Gubernur Melki memastikan pemerintah daerah akan segera menuntaskan kesiapan lokasi dan kebutuhan teknis lainnya.
“Terkait urusan Hunian Tetap para penyintas erupsi Lewotobi di Flores Timur, kami akan segera merapikan aspek teknis di daerah yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” tegas Melki.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












