Program ini bertujuan untuk mengembangkan keunikan sumber daya alam, budaya, atau tradisi setiap desa menjadi produk unggulan, baik untuk pasar lokal maupun internasional.
“Dengan fokus pada satu produk khas per desa, potensi ini dapat dimaksimalkan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi angka kemiskinan,” jelas Melki.
Program ini juga mendorong pengembangan UMKM di desa melalui pelatihan, akses teknologi, dan pendampingan.
“Hal ini memperkuat basis ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal,” tambahnya.
Melki juga menekankan bahwa produk-produk unggulan desa dapat menjadi daya tarik investasi dan pariwisata.
Dengan pendekatan ini, desa-desa di NTT diharapkan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi mampu menciptakan pendapatan berkelanjutan.
“Melalui platform digital seperti e-commerce dan media sosial, produk desa dapat menjangkau pasar global, membuka peluang lebih luas,” ujar Melki, yang disambut antusias oleh para alumni.
Ketua Alumni Sanpio Kupang, Aven Rame, menyatakan keyakinannya terhadap kepemimpinan Gubernur Melki.
“Pendekatan dan komunikasi beliau akan mampu menggerakkan mesin birokrasi untuk mewujudkan program unggulan ini,” katanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












