Ia menilai bahwa peringatan tahun ini mencerminkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi secara damai serta menjaga stabilitas daerah.
Ia menjelaskan momentum May Day seharusnya tidak hanya menjadi ajang penyampaian tuntutan, tetapi juga sebagai ruang dialog antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah untuk mencari solusi bersama.
“Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja melalui berbagai kebijakan dan program-program yang berpihak pada kesejahteraan hidup buruh,” jelas Melki.
Gubernur Melki juga menyinggung terkait peringatan hari Pendidikan Nasional tingkat Provinsi NTT, dimana dalam momentum tersebut ia juga secara resmi meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat.
Diketahui, dalam Pergub tersebut, Gerakan Jam Belajar dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat di luar jam sekolah, dengan pelaksanaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi keluarga, aktivitas orang tua, maupun kegiatan keagamaan dan budaya lokal.
Peluncuran kebijakan tersebut, menurut Melki menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat ekosistem pendidikan berbasis keluarga, dengan mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi proses belajar anak di rumah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












