Gubernur Melki menegaskan, perpanjangan masa tanggap darurat tidak berarti seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik harus berhenti. Sebaliknya, berbagai fungsi pelayanan harus mulai diaktifkan kembali dengan menyesuaikan kondisi dan tingkat keamanan di masing-masing wilayah.
Menurutnya, sektor kesehatan telah menjalankan pola pelayanan dan evaluasi harian untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan meskipun sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Pola tersebut, kata Gubernur, perlu diterapkan pula pada sektor-sektor lainnya.
“Selama masa tanggap darurat tersebut, kita segera juga mengaktifkan beberapa kegiatan. Bagian Kesehatan saya lihat sudah punya pola tersendiri di bawah asuhan Pak Menkes. Saya pikir pola yang sama juga bisa kita pakai di semua bidang, walaupun masih masa tanggap darurat,” tambahnya.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian Gubernur adalah pendidikan. Ia meminta agar aktivitas pendidikan segera dipersiapkan untuk kembali berjalan mulai pekan depan, dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
“Termasuk sektor pendidikan pun saya kira perlu segera diaktifkan. Jadi, walaupun tanggap darurat, pendidikan pun diaktifkan dengan cara yang tetap menjaga keselamatan dari peserta didik,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












