Pemkot Kupang Gebrak Krisis Internet Sekolah, Gandeng Telkomsel Sasar 67 Titik

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260908 WA0109
Rapat koordinasi Pemerintah Kota Kupang bersama PT Telkomsel Kantor Cabang Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Senin (7/9/2026). Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos.,M.Sc., didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji.,M.Si, Camat Maulafa, Imanuel A. Eliaser, S.H., Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang Dance Bistolen, serta jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika. Dari Telkomsel hadir Manajer Network Operation and Performance NOP Kupang, I Wayan Sudana, bersama tim//dok. Prokopim kota Kupang

Saat itu, jaringan internet di lokasi tidak stabil dan beberapa kali hilang.

“Pendidikan sekarang sudah berbasis digital. Anak-anak kita butuh akses internet yang stabil. Sayang sekali jika di tengah kota saja masih ada sekolah yang kesulitan,” ujar Serena.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan data sementara yang dibahas dalam rapat, terdapat 21 SMP dan 46 SD di Kota Kupang yang masih mengalami kendala jaringan.

Pemkot Kupang meminta titik-titik tersebut dipetakan secara lebih rinci. Pemetaan diperlukan agar penanganan tidak dilakukan secara umum, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Baca Juga :  Di Tengah Tanggap Darurat, Pemprov NTT Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan, Melki: “Lebih Baik di Sekolah daripada di Rumah, Ya”

Persoalan konektivitas ini semakin penting karena transformasi pembelajaran di sekolah terus bergerak. Hampir seluruh sekolah di Kota Kupang telah dilengkapi `Interactive Panel Display` `IPD` yang membutuhkan koneksi internet agar dapat digunakan secara optimal.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji mengatakan pemerintah pusat juga akan menambah tiga unit IPD di setiap sekolah pada tahun ini.

Baca Juga :  Dari Labuan Bajo, Energi Baru Mengalir untuk Negeri

“Kalau satu unit saja sudah sulit mengakses, apalagi tiga. Maka perhatian terhadap jaringan di sekolah-sekolah pinggiran sangat mendesak,” katanya.

Karena itu, pembangunan sarana digital tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat. Infrastruktur pendukung, terutama konektivitas internet, harus ikut dipastikan tersedia agar investasi teknologi benar-benar memberi dampak terhadap proses belajar mengajar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung