“Kami ingin agar Bank Sampah ini menjadi wadah edukasi dan ekonomi. Ke depan, warga akan punya buku tabungan sampah. Semakin banyak mereka menyetor, semakin besar juga manfaatnya,” jelas Megasari antusias.
Perwakilan dari Bank Sampah Induk Mutiara Timor, Gredy, turut hadir dan memberikan edukasi kepada warga terkait prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Edukasi ini dilaksanakan di rumah Ketua RT Megasari yang sekaligus menjadi lokasi awal sosialisasi lingkungan dan kesehatan.
Gredy menjelaskan bahwa sampah rumah tangga seperti botol plastik, botol minyak goreng (bimoli), kertas HVS, kardus, serta logam ringan seperti kaleng bir dan kaleng minuman soda, memiliki nilai jual jika dipilah dengan benar.
“Yang paling mahal itu justru dari logam seperti kaleng bir dan kaleng fanta. Kalau masyarakat bisa memisahkan sampah dengan baik, maka tidak hanya lingkungan bersih, tapi bisa jadi tambahan penghasilan,” jelas Gredy dari YPCII Danone.
Warga juga diajak untuk memahami bagaimana proses daur ulang bekerja, mulai dari pemisahan, penyimpanan, hingga pengangkutan ke Bank Sampah Induk untuk selanjutnya didaur ulang oleh mitra industri.
Program Bank Sampah ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menyasar aspek ekonomi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












