Daerah  

Dedi Mulyadi: Pajak Naik, Rakyat Terbebani, Bukankah Itu Pemimpin?

Avatar photo
IMG 20260726 WA0094

KR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah semata.

Menurutnya, kebijakan yang hanya mengejar angka pendapatan berpotensi menambah beban masyarakat.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa fokus seorang pemimpin seharusnya adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengejar target penerimaan.

Baca Juga :  Pesta Rakyat Meriah! Warga Berebut Foto dengan Wali Kota dan Wawali

“Pemimpin jangan hanya di otak berpikir tentang pendapatan. Kalau pemimpin hanya berpikir tentang pendapatan, maka setiap waktu yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana meningkatkan angka,” ujar Dedi.

Ia menjelaskan, pola pikir seperti itu dapat mendorong pemerintah mengambil kebijakan dengan menaikkan berbagai jenis pajak atau pungutan.

Akibatnya, beban yang harus ditanggung masyarakat akan semakin berat.

Baca Juga :  Hari Ini Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Beberapa Wilayah NTT

“Pada akhirnya angka pajak ditingkatkan, sehingga bebannya masyarakat semakin tinggi. Bukankah itu seorang pemimpin,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan daerah, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menjaga keseimbangan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung