Menurut Tuames, sejak beberapa tahun terakhir, BPDA telah melaksanakan berbagai proyek RHL di wilayah kerja yang sebagian besar terletak di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di Provinsi NTT.
Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kebun-kebun yang tidak hanya mendukung keberlanjutan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Tuames menekankan pentingnya tiga poin utama dalam upaya pelestarian alam seperti ekologis, ekonomi, dan sosial.
Dalam konteks ekologis, penanaman pohon bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan kandungan air, dan mengurangi erosi serta bencana alam lainnya seperti banjir.
Di sisi ekonomi, tanaman yang dibudidayakan, seperti pohon kayu-kayuan dan buah-buahan, dapat memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Potensi NTT sangat bagus, namun tantangan terbesar adalah mengubah mindset masyarakat yang masih terperangkap dalam kemiskinan.”
“Untuk itu, kita perlu bekerja keras dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya menanam pohon, tidak hanya sebagai upaya pelestarian alam, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian mereka,” kata Tuames.
Dalam hal sosial, Tuames berharap adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan sinergi yang berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












