Pascagempa, Realisasi Pajak Baru 20 Persen, Gubernur Melki Tantang UPTD Bapenda se-Flores Kejar 75 Persen

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260923 000528
Gubernur Melki saat memimpin rapat proyeksi penerimaan pendapatan daerah pascagempa sekaligus strategi pencapaian target bersama para Kepala UPTD se-Daratan Flores di UPTD Pendapatan Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Ende, Selasa (22/9/2026) siang.

Kondisi serupa juga dihadapi UPTD Samsat Kabupaten Manggarai Timur yang menjadi salah satu wilayah terdampak gempa cukup parah. Kerusakan infrastruktur serta kondisi psikologis masyarakat menjadi tantangan dalam proses penagihan di lapangan.

“Selain kerusakan fisik pada sarana pendukung, kami harus sangat berhati-hati dan melihat kondisi psikologis warga dalam melakukan penagihan door-to-door. Meski demikian, dengan adanya Pergub NTT Nomor 54 tentang amnesti pajak, kami tetap optimis bergerak melakukan sosialisasi terbatas dan mengoptimalkan peran agen pajak di desa-desa yang aman,” ungkap Stanis Jawan, Kepala UPTD Samsat Manggarai Timur.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sementara itu, Kepala UPTD Pendapatan Daerah Kabupaten Ngada, Ani, melaporkan bahwa meski tiga dari 12 kecamatan di wilayah tersebut terdampak bencana, pihaknya mencatat peningkatan signifikan dalam penjangkauan objek pajak.

Baca Juga :  Warga NTT Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Siang

__Briefing Pagi, Evaluasi Sore__

Untuk memperkuat efektivitas kerja di lapangan, Gubernur Melki menginstruksikan seluruh UPTD Samsat menerapkan disiplin kerja melalui briefing dan evaluasi harian.

“Dikasih briefing setiap hari sebelum dia kerja, sore pulang evaluasi. Jadi tiap hari itu briefing pagi, evaluasi sore. Biar kita tahu titik lemahnya ada di mana untuk setiap UPTD kita masing-masing,” instruksi Gubernur.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung