Pascagempa, Realisasi Pajak Baru 20 Persen, Gubernur Melki Tantang UPTD Bapenda se-Flores Kejar 75 Persen

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260923 000528
Gubernur Melki saat memimpin rapat proyeksi penerimaan pendapatan daerah pascagempa sekaligus strategi pencapaian target bersama para Kepala UPTD se-Daratan Flores di UPTD Pendapatan Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Ende, Selasa (22/9/2026) siang.

“Saya paham situasi pascagempa ini berat, tetapi kita tidak boleh menyerah dengan keadaan. Kalau targetnya cuma 50 persen, itu tidak usah usaha karena dari tahun ke tahun rata-rata segitu. Kita harus patok target 75 persen,” tegas Gubernur Melki.

Menurutnya, target minimal 75 persen harus menjadi arah kerja bersama sehingga seluruh sumber daya dan energi aparatur terfokus pada pencapaian target yang optimal.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Sekali lagi, 75 persen agar seluruh pikiran, energi, daya, dan kerja kita semua terarah menuju angka yang optimal. Daerah ini berkepentingan dan butuh anggaran untuk recovery serta pembangunan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Aksi Clean Up Pantai Warna Oesapa dalam Rangka World Cleanup Day 2025

__Tetap Layani Wajib Pajak di Tengah Kondisi Bencana__

Dalam rapat tersebut, sejumlah Kepala UPTD Samsat menyampaikan kondisi pelayanan dan capaian penerimaan di wilayah masing-masing. Kepala UPTD Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Nagekeo, Yosef Elvi Yegho, melaporkan bahwa gempa bumi telah melumpuhkan sebagian aktivitas perkantoran dan menyebabkan kerusakan berat pada gedung Samsat Nagekeo. Kendati demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan dengan memanfaatkan area darurat.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Selama Erupsi Gunung Lewotobi

Dari target penerimaan sebesar Rp22,8 miliar, realisasi Nagekeo saat ini mencapai Rp4,5 miliar atau 19,77 persen. Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Samsat Keliling telah menjangkau enam dari tujuh kecamatan di Nagekeo. Sementara pelayanan di Kecamatan Keo Tengah untuk sementara ditangguhkan karena kantor camat masih digunakan sebagai posko bencana.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung