KR – Dalam beternak babi, pemilihan kandang yang tepat sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan ternak.
Terdapat dua jenis kandang utama yang digunakan oleh masyarakat, yaitu kandang permanen dan kandang semi permanen. Setiap jenis memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Kandang Permanen: Kokoh dan Mudah Dibersihkan Kandang permanen biasanya dibuat dari bahan dasar seperti batu bata dan semen untuk lantai serta temboknya, sementara atap menggunakan seng.
Ketinggian tembok sekitar 1 meter dengan luas kandang yang menyesuaikan jumlah babi yang dipelihara. Secara umum, setiap ekor babi memerlukan ruang sekitar 2,3 m².
Keunggulan Kandang Permanen:
- Jangka waktu penggunaan lebih lama karena menggunakan material yang kokoh.
- Lebih higienis karena lebih mudah dibersihkan dibandingkan dengan kandang semi permanen.
- Menunjang kesehatan ternak karena lebih steril dan meminimalisir risiko penyakit.
Kandang Semi Permanen: Murah Namun Rentan Kandang semi permanen lebih banyak menggunakan material kayu sebagai bahan dasar.
Meskipun lebih murah dalam biaya pembuatan, kandang ini memiliki daya tahan yang lebih rendah dibandingkan kandang permanen.
Kekurangan Kandang Semi Permanen:
- Daya tahan lebih rendah, sehingga jangka waktu pemakaian lebih pendek.
- Kayu memiliki pori-pori yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan parasit, sehingga lebih sulit dibersihkan dan berisiko bagi kesehatan ternak.
Sistem Pemeliharaan di Masyarakat Masyarakat di beberapa daerah menggunakan sistem kandang kelompok untuk penggemukan babi.












