KR – Anggota Komisi III DPRD NTT dari Fraksi PKB, Yohanes Rumat, SE, menyuarakan keprihatinannya terhadap ketidakhadiran Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) NTT, Alex Lumba, dalam rapat-rapat bersama Komisi III.
Dalam pernyataannya, Yohanes menekankan pentingnya kehadiran pimpinan BPAD untuk menjelaskan langsung kondisi dan strategi pendapatan asli daerah (PAD) di NTT.
“Kami di Komisi III ingin tahu dengan jelas dari mana sebenarnya sumber PAD kita berasal.”
“Apakah dari pajak, retribusi, atau sumber lainnya. Kalau uang banyak, ke mana arahnya? Kalau sedikit, apa sebabnya?” ujar Yohanes pada Kamis, 10 April 2025.
Yohanes menilai bahwa selama ini kreativitas BPAD dalam menggali PAD masih perlu ditingkatkan.
Ia menyinggung pula soal berbagai persoalan seperti pajak kendaraan plat merah yang tertunggak dan mekanisme pajak alat berat yang belum jelas penyelesaiannya.
“Yang kita butuhkan adalah kreativitas dari kepala BPAD, bukan sekadar laporan dari bawahan.”
“Sudah terlalu sering kami hanya ditemui oleh sekretaris atau pejabat eselon 3 dan 4, padahal keputusan-keputusan penting ada di tangan Kepala Badan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penurunan PAD tidak semata-mata karena pemotongan dari pusat atau efisiensi anggaran, melainkan karena kurangnya upaya penggalian sumber-sumber PAD mandiri.












