Ketika Teknologi Menggilas Nilai, Bukan Salah Ibu Mengandung

Avatar photo
FB IMG 1754375575661

Puisi Denny JA menghidupkan kembali semangat itu dalam konteks kekinian.

Ketika generasi muda hari ini sibuk dengan “getar HP”, penyair mengajak kita untuk menengok kembali akar sejarah yang telah membentuk identitas kebangsaan kita.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Nasionalisme yang Tak Lekang oleh Zaman 

Nasionalisme bukanlah sekadar jargon, tetapi kesadaran kolektif yang mesti dijaga dan diwariskan lintas generasi. Dalam bait lainnya, Denny JA menulis:

Baca Juga :  Lowongan Kerja Apotek K-24 Oktober 2024: Peluang untuk Lulusan SMA/SMK

“Sejarah bersimpuh di hadapannya

Menyatukan suku, bahasa, dan agama

Dari Sumatera hingga Papua, Sumpah pun diikrarkan.”

Kalimat-kalimat ini menggambarkan keagungan semangat persatuan. Kita, generasi hari ini, ditantang untuk merawat warisan tersebut.

Jangan sampai apa yang telah dipahat oleh para pendahulu dengan darah dan air mata justru diceraiberaikan oleh generasi yang lebih akrab dengan notifikasi daripada narasi sejarah.

Baca Juga :  Waspada! BMKG Sebut Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang

Sebagai pemuda masa kini, kita mesti menyadari bahwa tantangan zaman boleh berubah, tetapi tanggung jawab kita tetap sama, menjaga keutuhan bangsa, merawat kebhinnekaan, serta mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata dalam berbagai bidang.

Indonesia: Rumah Bersama yang Harus Dirawat 

Dalam konteks sosial politik hari ini, kita melihat berbagai upaya adu domba, penyebaran hoaks, dan polarisasi identitas yang mengancam harmoni bangsa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung