Puisi Denny JA menghidupkan kembali semangat itu dalam konteks kekinian.
Ketika generasi muda hari ini sibuk dengan “getar HP”, penyair mengajak kita untuk menengok kembali akar sejarah yang telah membentuk identitas kebangsaan kita.
Nasionalisme yang Tak Lekang oleh Zaman
Nasionalisme bukanlah sekadar jargon, tetapi kesadaran kolektif yang mesti dijaga dan diwariskan lintas generasi. Dalam bait lainnya, Denny JA menulis:
“Sejarah bersimpuh di hadapannya
Menyatukan suku, bahasa, dan agama
Dari Sumatera hingga Papua, Sumpah pun diikrarkan.”
Kalimat-kalimat ini menggambarkan keagungan semangat persatuan. Kita, generasi hari ini, ditantang untuk merawat warisan tersebut.
Jangan sampai apa yang telah dipahat oleh para pendahulu dengan darah dan air mata justru diceraiberaikan oleh generasi yang lebih akrab dengan notifikasi daripada narasi sejarah.
Sebagai pemuda masa kini, kita mesti menyadari bahwa tantangan zaman boleh berubah, tetapi tanggung jawab kita tetap sama, menjaga keutuhan bangsa, merawat kebhinnekaan, serta mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata dalam berbagai bidang.
Indonesia: Rumah Bersama yang Harus Dirawat
Dalam konteks sosial politik hari ini, kita melihat berbagai upaya adu domba, penyebaran hoaks, dan polarisasi identitas yang mengancam harmoni bangsa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












