KR – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini melaju dengan sangat pesat, hingga terkadang sulit bagi kita membedakan antara kenyataan dan ilusi digital.
Dunia saat ini tengah berada dalam pusaran transformasi besar-besaran yang memaksa setiap individu, baik secara sadar maupun terpaksa, untuk mengikuti arus perubahan tersebut.
Fenomena ini tidak hanya menyentuh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang kini bahkan lebih mahir dalam mengoperasikan perangkat teknologi.
Ini bukan kesalahan siapa pun, bukan pula “salah bunda mengandung”.
Realitas ini merupakan konsekuensi dari era pengetahuan dan algoritma, yang menuntut manusia untuk beradaptasi secepat mungkin dengan segala bentuk kecanggihan teknologi.
Namun, dalam gelombang digitalisasi ini, kita juga menghadapi ancaman nyata terhadap nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa, salah satunya adalah nasionalisme.
Membaca puisi “Nasionalisme di Era Algoritma” karya Denny JA, saya merenung apa yang sebenarnya ingin disampaikan penyair melalui larik-larik yang menggugah ini?
Membaca Puisi, Membaca Kehidupan
Sebagian orang mungkin merasa kesulitan menafsirkan puisi.
Bahkan ada yang menganggap puisi membingungkan, terlalu penuh metafora, atau tidak to the point.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












