Program ini dilakukan di pasar-pasar, kelurahan, hingga titik distribusi pangan lainnya. Beras pemerintah dengan label beras SPHP juga terus tersedia dan menjadi instrumen stabilisasi harga.
Selain itu Bulog berkolaborasi dengan HUT NTT dalam penyediaan komoditas terjangkau, serta aktif mendukung kegiatan pasar murah yang dijadwalkan pada 17–20 Desember 2025 dengan harga terjangkau.
Bulog juga menyalurkan bantuan pangan untuk 653.746 penerima di NTT berupa beras 10 kg dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi Oktober–November sebelumnya.
Penyaluran sempat melambat karena menunggu ketersediaan minyak, namun kini distribusi telah berjalan secara serentak di seluruh kabupaten/kota.
Arrahim menegaskan bahwa bantuan 20 kg beras dan 4 liter minyak sangat membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pangan akhir tahun.
Harga beras medium dari Bulog saat ini berada di angka Rp13.100, di bawah Harga Eceran Tertinggi
(HET) beras medium yang berkisar Rp14.000.
Bulog bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Dinas Perdagangan, Bank Indonesia, dan aparat penegak hukum terus memantau pasar untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga dan mencegah praktik spekulasi.
Tim pengawasan harga juga melibatkan Polda NTT dan Satgas Pangan yang sekarang diperkuat dengan sistem monitoring langsung.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












