Sementara itu, Umbu Rangga Landuawang, Program Manajer Inclusive Livelihood and DRR Matahati Bengkel APPeK, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Melalui forum inklusi ini, kita memastikan bahwa kelompok rentan tidak hanya hadir sebagai penerima manfaat, tetapi juga ikut serta dalam perumusan kebijakan, pelaksanaan program, hingga memantau capaian pembangunan. Dengan begitu, manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat luas,” jelas Umbu Rangga.
Ia menambahkan, pembangunan inklusif tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta terciptanya masyarakat yang setara.
FGD ini juga menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok rentan, adalah kunci dalam memastikan keberlanjutan pembangunan. Partisipasi aktif mereka akan menjamin bahwa program-program pemerintah mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari hulu hingga hilir, diharapkan Kabupaten Kupang dapat menjadi model pembangunan inklusif yang memberikan manfaat bagi semua kalangan.
Komitmen yang dibangun melalui FGD Forum Inklusi ini sejalan dengan visi besar Kabupaten Kupang menuju “Kabupaten Kupang Emas.”
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












