Daerah  

Hak Tunjangan Sertifikasi Safirah Kepala SMKN 5 Kupang Raib Sejak Bebas Jabatan

Avatar photo
jokowi smkn 5 kupang 1392x1324 1 768x730 1

Safirah menegaskan bahwa penghapusan namanya dari Dapodik dilakukan tanpa pemberitahuan, tanpa persetujuan, dan tanpa keputusan administrasi tertulis.

Padahal, Dapodik merupakan sistem administrasi negara yang menjadi dasar sah penyaluran tunjangan sertifikasi, dana BOS, serta kebijakan strategis pendidikan lainnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Setiap perubahan data di dalamnya wajib tunduk pada asas legalitas, akuntabilitas, dan transparansi.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Hadiri Musrenbang RKPD NTT 2026

Pakar: Potensi Maladministrasi Berat

Pakar hukum administrasi negara yang dimintai tanggapan menilai, tindakan tersebut berpotensi melanggar Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).

“Pembebasan sementara dari jabatan tidak otomatis menghapus status sertifikasi pendidik. Jika hak keuangan hilang akibat perubahan data tanpa keputusan yang sah, maka hal ini dapat dikualifikasikan sebagai maladministrasi berat dan membuka tanggung jawab administratif hingga perdata,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakapolres TTU Berganti, Kompol Sudirman Resmi Menjabat

Menurutnya, dalam kerangka pengawasan Ombudsman, kerugian yang dialami Safirah mencerminkan kerentanan serius sistem administrasi pendidikan, di mana perubahan data strategis dapat terjadi tanpa jejak hukum yang jelas.

Jika praktik ini dibiarkan, hak pendidik lain berpotensi mengalami nasib serupa.

Secara yuridis, kondisi tersebut membuka kemungkinan lahirnya:

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung