Daerah  

Gius Berkisah, Mariana Menangis: Lahan Kering di Solor Jadi Sumber Penghidupan

Avatar photo
Reporter : redaksi Editor: redaksi
IMG 20260829 WA0214

Ia juga menceritakan perubahan yang mereka rasakan sejak hadirnya sumur bor tersebut.

“Pada kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi, terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Flores Timur yang telah mengalokasikan program 100 hari dengan memberi kami sumur bor,” katanya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Gius, sumur bor tersebut memberi dampak besar terhadap peningkatan produktivitas petani. Mereka kini dapat mengembangkan berbagai jenis tanaman hortikultura.

“Kami sungguh merasakan uang mengalir setiap hari dengan hadirnya sumur bor. Kami bisa mengusahakan hortikultura. Bahkan, untuk salah satu jenis sayuran yang untuk ukuran kita di Solor mustahil untuk tumbuh. Tetapi puji Tuhan, bahwa bisa tumbuh bahkan bertumbuh subur, yakni wortel. Dan itu luar biasa menurut kami,” ujarnya.

Baca Juga :  MPP Kupang Permudah Akses Layanan JKN

Ia menjelaskan, di Desa Nuhalolon terdapat dua sumur bor pertanian. Sumur bor pertama dimanfaatkan untuk pengembangan hortikultura, sedangkan sumur bor kedua direncanakan untuk mendukung budidaya jagung hibrida dan jagung manis.

Gius menilai program magang ke Soe telah memberikan banyak pengetahuan baru bagi para petani. Salah satunya mengenai pengendalian hama secara nabati yang kini mulai mereka terapkan di lahan pertanian.

Baca Juga :  Informasi Iklim Dasarian Nusa Tenggara Timur: Monitoring dan Prediksi Curah Hujan Terkini

“Sebelum ke Soe, cara pengendalian hamanya itu masih awam. Tetapi setelah dari Soe, pengendalian hamat secara nabati itu kita dapatkan, lalu kita terapkan,” tuturnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung