Daerah  

Gempa 7,7! Pagi Itu Bapa dan Mama Tak Lagi Bisa Dibangunkan

Avatar photo
IMG 20260815 WA0382

KR –  Pagi yang biasanya dipenuhi suara langkah, sapaan, serta hidangan sederhana dari tangan seorang ibu, berubah menjadi pagi yang penuh air mata.

Gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026, meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah keluarga.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Gempa berkekuatan 7,7 dilaporkan terjadi di sejumalah daratan Flores, NTT.

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara ratusan rumah disebut terdampak akibat dahsyatnya guncangan.

Baca Juga :  Situasi Pilkada di NTT, Melki-Johni Jadi Pendamai Poltik di Manggarai

Namun, di tengah kepanikan itu, ada kehilangan yang tidak bisa digambarkan hanya dengan angka.

Pagi yang Tak Lagi Sama

“Ibu, setiap pagi engkau menyiapkan kami makan dan minum. Bapa, kami sangat merindukan suaramu yang selalu mengubah suasana pagi menjadi indah.”

Kini, suara itu hanya tinggal kenangan.

Bapa dan mama yang selama ini menjadi tempat anak-anak pulang, pagi itu justru terbaring dan tak lagi bisa dibangunkan.

Baca Juga :  Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang di NTT, Ini Wilayah Terdampak

“Suasana apa ini, Tuhan? Apa yang salah dengan dosa Bapa dan Mama? Kami tidak bisa membangunkan kedua orang tua kami lagi. Kami kehilangan sekali.”

Pagi yang seharusnya menjadi awal kehidupan, berubah menjadi awal dari sebuah kehilangan yang mungkin akan mereka bawa sepanjang hidup.

Duka Mendalam dari Kampung Welong

Kabar duka juga datang dari Kampung Welong, Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung