Ia menilai, sosok Jokowi telah meninggalkan kesan sebagai pemimpin yang hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui kedekatan dan kepedulian kepada rakyat.
Menanggapi anggapan bahwa kunjungan tersebut berkaitan dengan kepentingan politik, Simson menegaskan masyarakat NTT memiliki kedewasaan dalam menilai sebuah peristiwa.
Menurutnya, masyarakat mampu membedakan antara agenda politik dan penghormatan yang tulus kepada seorang mantan pemimpin.
“Masyarakat NTT bukan masyarakat yang mudah dibohongi. Mereka bisa menilai sendiri mana kepentingan politik dan mana penghormatan yang lahir dari hubungan emosional antara rakyat dengan seorang pemimpin,” tegasnya.
Bagi Simson, kunjungan Jokowi memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar agenda seremonial. Kehadiran mantan Presiden RI itu menjadi pengingat bahwa pengabdian yang dilakukan dengan ketulusan akan selalu dikenang oleh masyarakat.
“Seorang pemimpin boleh berhenti dari jabatannya, tetapi ketulusan, kerendahan hati, dan jejak pengabdian akan selalu hidup dalam ingatan rakyat. Itulah sosok Pak Jokowi bagi sebagian besar masyarakat NTT,” pungkas Simson. (**)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










